MAKASSAR – Dunia penerbangan Indonesia kembali berduka. Upaya pencarian dan evakuasi terhadap pesawat turboprop ATR 42-500 milik maskapai Indonesia Air Transport (IAT) yang jatuh di kawasan pegunungan Sulawesi Selatan masih terus menjadi fokus utama otoritas terkait. Hingga Rabu (21/1/2026), tim SAR gabungan melaporkan telah berhasil mengevakuasi dua jenazah dari lokasi kejadian yang berada di lereng terjal Gunung Bulusaraung.

Sumber foto: https://www.metrotvnews.com/

Kronologi Kejadian: Hilang Kontak di Cuaca Ekstrem

Pesawat dengan nomor registrasi PK-THT tersebut lepas landas dari Bandara Adisutjipto (JOG), Yogyakarta, pada Sabtu (17/1/2026) pukul 08.08 WIB. Pesawat ini diketahui sedang menjalankan misi khusus yang dicarter oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk pengawasan perairan.
Sesuai jadwal, pesawat seharusnya mendarat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin (UPG), Makassar, pada siang harinya. Namun, malapetaka terjadi sekitar pukul 12.23 WITA. Saat melakukan prosedur pendekatan (approach) menuju runway 21, radar menunjukkan pesawat keluar dari jalur pendaratan yang ditentukan. Meski petugas Air Traffic Control (ATC) sempat memberikan instruksi koreksi posisi, komunikasi tiba-tiba terputus total (lost contact).

Lokasi Penemuan: Tebing Terjal Gunung Bulusaraung

Setelah pencarian intensif selama beberapa hari, titik jatuh pesawat akhirnya teridentifikasi di area terpencil Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, wilayah yang berbatasan langsung dengan Maros. Serpihan pesawat yang terdiri dari bagian jendela, badan, hingga ekor ditemukan tersangkut di tebing terjal yang jauh dari jalur pendakian umum masyarakat.

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, memberikan pernyataan resmi mengenai penemuan korban.

“Laporan terbaru mengonfirmasi ditemukannya jenazah perempuan di kedalaman 500 meter dari puncak gunung. Sebelumnya, satu jenazah laki-laki sudah berhasil dievakuasi. Kami berkomitmen untuk terus melakukan pencarian hingga seluruh personel ditemukan,” ujar Menhub dalam konferensi pers di Jakarta.

Kendala Operasi SAR: Medan 80 Derajat

Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI M. Syafi’i, menjelaskan bahwa proses evakuasi ini adalah salah satu yang tersulit. Medan di lokasi jatuhnya pesawat sangat ekstrem dengan kemiringan lereng mencapai 70 hingga 80 derajat.
“Lokasinya sangat sulit dijangkau melalui jalur darat. Tim harus melakukan rappelling dan menggunakan teknik evakuasi vertikal. Selain medan, kabut tebal dan hujan deras seringkali menghentikan operasi udara kami,” jelas Syafi’i. Basarnas juga menggandeng warga lokal yang memahami seluk-beluk hutan Bulusaraung untuk mempercepat proses navigasi tim di lapangan.

Investigasi KNKT: Dugaan Fenomena CFIT

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah menerjunkan tim investigasi ke lokasi untuk mencari Kotak Hitam (Black Box). Data awal menunjukkan kemungkinan terjadinya Controlled Flight Into Terrain (CFIT). Fenomena ini terjadi ketika pesawat yang dalam kondisi laik terbang secara tidak sengaja menabrak daratan, biasanya akibat visibilitas rendah atau kesalahan navigasi.
Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono, menyebutkan bahwa pesawat tampak “kebablasan” melewati titik-titik navigasi (waypoint) yang seharusnya menjadi acuan pendaratan, hingga akhirnya memasuki kawasan pegunungan yang berbahaya.

Data Teknis dan Personel

Pesawat ATR 42-500 dikenal sebagai pesawat penumpang regional jarak pendek yang tangguh. Namun, kecelakaan ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan ekstra pada navigasi di wilayah pegunungan Indonesia yang menantang.

Informasi Ringkas Penerbangan:

Tipe Pesawat: ATR 42-500 (Turboprop)
Operator: Indonesia Air Transport (IAT)
Registrasi: PK-THT
Rute: Yogyakarta (JOG) – Makassar (UPG)
Total Personel (POB): 10 Orang (7 Kru, 3 Penumpang KKP)
Status Evakuasi: 2 Korban Teridentifikasi, Pencarian Berlanjut

Hingga berita ini diturunkan, lebih dari 1.200 personel gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, and relawan masih disiagakan di posko utama untuk mendukung proses evakuasi dan pengamanan lokasi jatuhnya pesawat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *